RINGKASAN KINERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2026
- Tujuan Perangkat Daerah (PD): Indikator target mencapai Indeks Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 2,200.
- Sasaran Strategis (IKSS): Terdapat delapan Indikator Kinerja Sasaran Strategis dengan capaian sebagai berikut:
- IKSS 1 (Nilai Deviasi): 58,69
- IKSS 2 (Kemandirian Fiskal): 0,59
- IKSS 3 (Pertumbuhan Pendapatan): (17,19)
- IKSS 4 (Rasio Pajak Daerah Terhadap PDRB): 0,341
- IKSS 5 (Kontribusi PAD Terhadap Pendapatan Daerah): 58,99
- IKSS 6 (Realisasi PAD): 41,302
- IKSS 7 (Kontribusi PAD Terhadap PDRB Non Migas): 0,258
- IKSS 8 (Kontribusi PAD Terhadap PDRB Konsumsi Pengeluaran Pemerintah Daerah): 0,720
- Program dan Realisasi Anggaran:
- Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah terealisasi sebesar Rp 68.379.201.300,03 (31,24%).
- Program Pengelolaan Keuangan Daerah terealisasi sebesar Rp 19.311.215,00 (8,54%).
- Program Pengelolaan Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp 388.428.027,00 (6,84%).
- Strategi, Kebijakan, dan Upaya: Dicantumkan beberapa langkah nyata seperti optimalisasi pendapatan asli daerah, sinergi, pengawasan berbasis risiko, serta aksi lapangan seperti Door to Door Service dan Operasi Gabungan Bersama Stakeholder. Diakhiri dengan Strategic Direction Statement untuk meningkatkan pelayanan publik demi kepatuhan wajib pajak.
- Indikator Kinerja Tujuan: Indeks Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 2,200 tercatat mengalami penurunan dibandingkan Triwulan I 2026 (2,49) dan Triwulan II 2025 (3,65).
- IKSS 1 (Revenue Mobilization): Angka 58,69 menunjukkan kondisi yang semakin membaik (mendekati garis normal) dibanding Triwulan I 2026 (53,43), namun menurun dibanding Triwulan II 2025 (49,70).
- IKSS 2 (Indeks Kemandirian Fiskal): Capaian 0,59 tercatat lebih baik dibandingkan Triwulan I 2026 (0,51) dan Triwulan II 2025 (0,51).
- IKSS 3 (Pertumbuhan Pendapatan): Mengalami pertumbuhan negatif sebesar 17,19. Kondisi ini dinilai belum baik dibandingkan Triwulan I 2026 (negatif 3,37) dan Triwulan II 2025 (negatif 7,44).
- IKSS 4 (Rasio Pajak Daerah terhadap PDRB): Capaian 0,341 meningkat dari Triwulan I 2026 (0,11), tetapi menurun jika dibanding Triwulan II 2025 (1,13).
- IKSS 5 (Kontribusi PAD terhadap Pendapatan Daerah): Capaian 58,99 dinilai lebih baik dari Triwulan I 2026 (51,78) dan Triwulan II 2025 (51,69).
- IKSS 6 (Realisasi PAD): Capaian 41,302 lebih baik dari Triwulan I 2026 (16,56), tetapi menurun dari Triwulan II 2025 (48,31).
- IKSS 7 (Kontribusi PAD terhadap PDRB Non Migas): Capaian 0,258 lebih baik dari Triwulan I 2026 (0,12), namun menurun dari Triwulan II 2025 (0,70).
- IKSS 8 (Kontribusi PAD terhadap PDRB Pengeluaran Konsumsi): Capaian 0,720 lebih baik dari Triwulan I 2026 (0,35), namun menurun dari Triwulan II 2025 (2,20).

